Seiring perkembangan teknologi,
sudah sepantasnya calon sarjana yang nantinya turun ke dunia kerja mengetahui
dan menguasai penggunaan komputer. Seperti kita ketahui bersama bahwa manfaat
ICT cukup beragam yang intinya mempermudah kegiatan manusia, misalnya dalam
bidang industri, pendidikan, perbankan, kedokteran, pertanian, dan lain
sebagainya.
Kini dalam dunia
teknologi pengolahan pangan, pun diperlukan ICT. Terutama pada bidang
teknologi industri pangan. Antara lain meliputi penggunaan software komputer
dalam manajemen produksi dan pemasaran. Dalam manajemen produksi
membutuhkan komputer untuk mengontrol proses produksi dari awal perencanaan
hingga proses pengeluaran / penjualan barang jadi, yang bisa disesuaikan dengan
kebutuhan manajemen organisasi.
Aplikasi komputer
pengontrol proses produksi mencakup proses perencanaan bahan baku, biaya produksi,
jumlah produksi, kapasitas dan jumlah mesin, hasil proses produksi, dan laporan
nilai produksi. Sedangkan aplikasi pengontrol penjualan barang jadi meliputi
stok kontrol, cetak fraktur, nilai penjualan, laporan stok, laporan penjualan
per kelompok detail penjualan.
E-pertanian adalah
bidang yang berfokus pada peningkatan pembangunan pertanian dan pedesaan
melalui peningkatan proses komunikasi dan informasi. E-Pertanian
melibatkan konseptualisasi, desain, pengembangan, evaluasi dan penerapan
cara-cara inovatif untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT)
pada domain pedesaan, dengan fokus utama pada pertanian.
Lazimnya,komponen ICT dapat dikelompokkan menjadi:
- technoware (fasilitas fisik, seperti mesin)
- humanware (ketrampilan/kemampuan tenaga kerja -SDM)
- infoware (informasi data)
- orgaware (organisasi)
Misalnya untuk tingkat pengembangan suatu perusahaan pengolahan hasil panen, bantuan ICT sangat berpengaruh pada proses kegiatan perusahaan tersebut, seperti telah dijelaskan diatas. Yakni meliputi proses produksi dan pemasaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar