Sabtu, 18 Februari 2012

Cantik a la Cleopatra

Berita Aneh - Kadang kita sering mendengar kecantikan wanita sering dihubungkan dengan Ratu Penguasa Mesir kuno Cleopatra. Banyak rahasia dari Cleopatra yang dipakai sampai saat ini dalam melakukan perawatan tubuh.

Kulit Cleopatra yang indah menjadi daya tarik tersendiri. Bagi wanita resep kecantikan ala Cleopatra sampai saat ini masih dipercaya untuk membuat kulit cantik sempurna. Apa saja perawatan Cleopatra yang dilakukan dahulu kala? Ini dia!

1. Lidah buaya
Konon katanya, Cleopatra sering memijat lembut kulitnya dengan lidah buaya. Gel yang terkandung dalam lidah buaya memiliki kandungan emolien, yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit.

2. Kelapa
Pijatan lembut dengan minyak kelapa akan memberikan kulit yang berkilau. Minyak kelapa menyerap ke dalam kulit dengan cepat dan sangat pas untuk menghindari dari keriput.

3. Timun
Irisan mentimun sejak lama dipercaya untuk perawatan wajah. Makanan yang memiliki kandungan air tinggi ini baik untuk memelihara kulit dan membantu menghindari keriput. Dengan menaruh irisan mentimun di atas wajah akan berkontribusi besar untuk kulit.

4. Menggosok kulit
Menggosok kulit dengan gerakan memutar pada saat Anda mandi akan menghilangkan sel-sel kulit mati di kulit. Selain itu cara ini berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, sehingga baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit.



diambil tanpa perubahan dari berita-aneh.blogspot.com

Selasa, 14 Februari 2012

Rahasia kecerdasan Yahudi

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"


Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.


Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel. Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!" katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin? Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi Goblok! kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. Lihat saja Indonesia, katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?

Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?

dikutip tanpa adanya perubahan dari forum.vivanews.com

Sabtu, 11 Februari 2012

And End Of A Hope



Hampir berakhir. Hampir habis waktunya. Sampai saat itu pun aku belum mampu untuk menjadi pemberani. Tetap saja hanya bisa melihatmu dari jauh. Bahkan saat duduk bersebelahan pun aku tak mampu melihat wajahmu. Aku malu, kalau-kalau kau membalas tatapanku. Terkadang muncul perasaan aneh yang membuatku takut. Bagaimana jika esok kau melupakanku. Dan saat kita bertemu lagi, kau tak mengenaliku. Aku takut jika aku tak pernah hadir dalam memorimu. Aku..aku ingin membuat kenangan tentangku tapi aku tak sanggup. Aku tak dapat lebih dekat dengan mu. Seperti saat ini. Aku hanya bisa menatapmu di layar komputerku. Dan kau hanya diam dan berpose. Ya, aku hanya bisa melihatmu dalam foto. Hari-hari saat aku tak dapat bertemu denganmu sangat menyiksa.

Aku sendiri bingung dengan keadaan ini. Aku yakin kau tahu, tapi aku bingung tentang yang kau rasakan. Sekejap kau membuatku merasakannya. Cinta. Tapi sesaat kemudian aku tak dapat merasakannya lagi. Aku..seperti berada di sebuah planet asing. Terkadang aku bisa melambung begitu tinggi. Dan kemudian jatuh tersungkur karena gravitasinya. Kau tahu? Kau yang melakukannya. Kau yang membuatku terpuruk dan berada di atas awan. Kau pernah akan mengatakan sesuatu, tapi setelah itu kau seperti melupakannya. Apa yang sesungguhnya akan kau jelaskan? Katakan padaku, sebelum berakhir, sebelum terlambat, sebelum aku pergi dan kita mungkin tak akan bertemu, sebelum kau menyiksaku lebih lama.

“Manaka, bagaimana? Apa ada perkembangan?”
“Ah?”
“Tomoya, tentang Tomoya. Apa dia sudah memberi kejelasan?”
“Belum.”
“Belum? Ah, sayang sekali.”
“Mungkin setelah ujian, atau mungkin tak akan pernah.” Karena aku pun masih bingung dengannya. Tomoya,
“Maksudnya?”
“Mungkin … ah aku tak tahu.” Gedung sekolah masih sepi. Belum dipadati oleh siswa-siswa. Masih sepi seperti hatiku, sepi. Dedaunan yang gugur dari pohonnya, kicau burung yang riang menghiasi percakapanku dengan Chihiro, kami memang sering bertukar rasa tentang laki-laki yang kami sukai. Kami sama-sama sedang menunggu sesuatu yang mungkin takkan terjadi.
“Manaka, kau ingat kata-kata Assanotti?”
“Maksudmu Pak. Assano?”
“E-em, ‘mengapa kau mencari belut di tempat yang kering? Mengapa tidak kau cari ikan di kubangan lumpur, atau sekalian mencari ikan di kolam? Mengapa kau terus melakukannya? Kau hanya akan membuang waktumu. Sadarlah kawan’ apa kau ingat, Manaka?”
“Ya, dan jika ia bertanya padaku akan ku jawab, ‘jika aku harus melupakan perasaanku untuk dapat sadar, aku lebih memilih untuk tetap berkhayal’ bagaimana menurutmu?”
“Hahaha, kau serius akan melakukannya demi Tomoya?”
“Aku…ya. Aku akan melakukannya.”
“Sepertinya kau benar-benar berharap ya?”
“E-em, bagaimana denganmu?”
“Ya,… aku tak dapat berharap banyak. Karena arahnya memang bukan pada hal itu. Manaka, apa kau akan melakukannya?”
“Apa”
“Long distance”
“Ya, kalau harus.”
“Long distance will makes you crazy, baby.”
“Bahkan sekarang pun aku sudah tak dapat berfikir dengan jernih.”
“Hahaha… kau ini terlalu..”
“Aish, sudahlah, Chihiro. Kita lanjutkan besok lagi. sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.”

“Ah, ya. Daagh Manaka..”

Apa aku salah? Aku telah mengartikan sesuatu dengan salahkah? Atau kau memang memberi harapan? Atau kau berlaku seperti ini pada setiap orang? Apakah itu telah menjadi sifatmu? Jika benar, maka jangan pernah bersikap baik padaku. Karena itu hanya akan membuatku semakin menyukaimu. Jangan pernah kirim pesan padaku. Jangan pernah bertegur sapa denganku. Tapi…jangan kau acuhkan aku. Cukup benci padaku. Tapi jangan melupakanku. Atau…
“Maaf, jika aku mengganggu. Aku hanya ingin bertanya. Apa kau tahu soal posisi duduk saat ujian besok?”
Ah, lagi-lagi kau mengirim pesan. Apa setelah ini akan ada obrolan seperti biasanya?
“Aku tahu.”
“Seperti apa”
“Dengan urutan absensi dan menyamping.”
“Begitukah”
“e-em.”
“ot.re thanks.”
“ya.”
“oh ya, Manaka. Kau pasti sedang belajar, maaf ya kalau aku mengganggu. “
“tak apa, aku justru senang.”
“strange.ck biasanya orang akan marah saat terganggu, kau malah senang,”
“out of ordinary, ya, Tomoya?”
Sudah. Cukup sampai disini. Aku tak akan sanggup bila kau mengatakan aku unik. Kau hanya akan membuatku terus berharap lebih.


“Kyaa…Manaka..ohio..! Aku ingin bercerita. Ada waktu?”
“Tentu. Pasti tentang Daiki.”
“Kau memang bisa membaca pikiran, ya?”
“Itu karena aku tahu tabiatmu, ada apa dengan daiki?”
“Ah, ya. Daiki. Dia memintaku membuatkannya bento. Bagaimana menurutmu?”
“Buatkan saja. Dobel, untukku satu.”
“Kyaaa.. kau kan tahu aku tak begitu pandai memasak.. Aduh bagaimana ini?”
“Coba saja. Kalau dia tak menerimanya, berikan padaku. Hhaa”
“Kau ini. Aku serius,,”
“Aku juga. Buatkan untukku juga. Bagaimana?”
“Kau tak memberi solusi, malah memberatkan. Menurutmu apa isi bentonya?”
“Terserah padamu, kau bisa masak apa?”
“Manaka, bagaimana kalau aku tak membuatkannya?”
“Kau harus.”
“Ahh.. Manaka…!”
“Apa?”
“Jangan tertawa !”
“Aku tidak. Aku hanya akan tertawa, hahaaa..”
“Manakaaa…”
Tomoya, apa kau juga ingin kubuatkan Bento? Tentu kau tidak menginginkannya, benar bukan? Tomoya, akan ada Ujian setelah ini. Aku.. sepertinya harus melupakanmu sejenak. Ah.. tentu kau tak peduli hal itu.



Bagaimana Tomoya? Sudahkah kau berfikir? Aku masih menunggu. Kau bilang selalu ada harapan untuk hari esok. Apa aku masih pantas untuk berharap? Semu. Masih semu. Samar-samar dan tanpa kejelasan. Padahal telah berlalu 5 minggu setelah Sabtu itu.
“Chihiro, apa kau mau jalan-jalan? Kozue juga ikut.” Aku tahu kau pasti akan berkata ya, cepat katakan…
“Ah, tentu. Jalan-jalan kemana?” nah, benar bukan..
“Makan es krim dan ke toko buku. Bagaimana?”
“Ayo!”
“Manaka, Chihiro..!” itu dia kozue.
“Ah, Kozue. Ayo berangkat. Manaka, ayo !”
“Manaka, kau terlihat murung. Apa tetap tak ada perkembangan?” kau benar Kozue. Tetap pada stagnansi.
“Manaka? Kau melamun?”
“Ah, tidak, Chihiro.”
“Bagaimana perkembangannya.?” Arrgh tolong jangan tanyakan tentang itu saat ini, teman-teman. Aku ingin sesaat saja bergembira selepas ujian.
“e-em tak ada yang terjadi.” Maaf hanya ini yang bisa ku katakan. Maaf.
“Aish, sudahlah Kozue, lebih baik kita bersenang-senang. Benar bukan, Manaka?”
“Ya.” Teman apa senyumku terlalu ku paksakan? “ah, ya, bagaimana dengan Daiki, Chihiro?”
“e-em, tak ada perkembangan juga. Bagaimana dengan Maruyama, Kozue?”
“Aish, sudah waktunya untukku berhenti berharap. Aku sedang tak ingin memikirkan masalah seperti itu. Ayo kita cari dvd drama korea.”
“Ayo.”
“Ya.”
Baiklah. Untuk saat ini adalah waktu untuk bersama teman-temanku. Tak ada Tomoya. Ah, apa kabar dengan Tomoya? Akan lama aku tak bertemu dengannya. Ini akan lebih menyiksa.



Krring krring, Tomoya menghubungiku?
“Ohio, Manaka. Apa besok kau ada waktu?”
“Tentu, tapi tak banyak. Ada apa?”
“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Kau bisa?”
“Ya aku bisa. Tomoya..”
“Ya?”
“Ah, tidak, lupakan. Sampai jumpa besok. Ohio.” Aku memutus jaringan telepon. Besok. Besok. Akan seperti apa?



Tomoya, terima kasih telah memberi warna. Terima kasih untuk tak lagi membuatku bingung. Terima kasih untuk tetap membiarkanku mengagumi. Aku senang dengan keadaan yang seperti ini. Sahabat. Seperti katamu, dua kali lebih kuat dari cinta. Tak apa. Suatu saat nanti aku akan melihat kau dengan seorang yang kau pilih disampingmu. Dan aku akan tersenyum saat itu. Begitu kan Tomoya? Kita akan lebih dekat setelah ini... Tomoya.
Fin.

Jumat, 10 Februari 2012

"Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu."


Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang.

Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, "Anak kecil! Ada anak kecil!"

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!



sumber: http://www.facebook.com/media/set/

Mawar, Tentang Duri


Sore itu saya hanya sedang duduk dan mengajari seorang gadis kecil, ketika ia tiba-tiba bertanya pada saya, denagn kepolosannya dan rasa ingin tahunya.
“Mba, duri itu apa sih? Kok kayaknya ga’ ada gunanya banget.”
Saya yang bingung mencari kata-kata yang mungkin dapat dicerna olehnya - karena saya tak mungkin memberitahunya bahwa duri itu lanjutan dari epidermis -  hanya bisa menanyakan hal yang sama padanya.
“menurut adek, duri itu apa?”
“apa ya mba? Pokoknya duri tuh ga’ ada gunanya. Nyusahin dan bikin sebel aja. Kaya mawar yang banyak durinya itu lho mba. Kalo Aku petik kan bisa kena durinya, pasti sakit.”
Saya berpikir sejenak. Ada keheningan yang tiba-tiba datang, lalu dia berkata lagi.
“tapi kalo mawar ga’ ada durinya bukan mawar ya, mba, namanya. Kalo cewe cantik senjatanya apa mba? Duri ya? Kan mawar cantik tuh,”
Mendengar kata-kata itu, yang berasal dari anak kelas 3 SD –bayangkan kelas 3 SD-, saya hanya bisa berkata dalam hati, betapa bodohnya saya.
Menilik kejadian itu, saya menanyakan hal yang sama pada dua orang teman. Yang seorang laki-laki dan yang lain perempuan. Mereka berdua menjawab –sama seperti pikiran saya ketika pertama kali ditanya oleh gadis kecil itu- sesuai dengan konteks mata pelajaran biologi.
 Apa yang menjadi jawaban mereka membuat saya berpikir. Kami –yang notabene seorang pelajar- telah lama mengartikan segala sesuatu sesuai dengan apa yang kami dapat di bangku sekolah. Bukan mengartikannya sesuai dengan kondisi dan mengartikannya secara normatif.
Kemudian saya bertanya lagi dan saya katakan bahwa saya ingin mereka menjawabnya dalam konteks lain. Terserah mereka menilai dalam sudut pandang apa, yang penting bagi saya adalah keluar dari keterkaitan dengan materi biologi yang kami terima di dalam kelas.
Teman laki-laki yang saya tanyai menjawab bahwa duri adalah perlindungan diri tumbuhan. Ketika kita menyentuhnya akan merasa sakit, tapi kita pun tak dapat begitu saja menyalahkan duri, karena tentu itu hanya bentuk perlindungan diri.
Sedangkan teman perempuan saya mengartikan duri sebagai sebuah simbol pemberontakan. Bahwa selemah apapun mawar berduri, ia akan melawan jika diinjak –saya berpikir, siapa yang dengan bodohnya ingin menginjak mawar?- dan akan melukai jika dipetik. Yah, saya kira jawaban ini bukan arti sebenarnya, bahwa yang dimaksudkan adalah siapapun tak senang bila diremehkan, siapapun tak akan diam saja bila ia direndahkan.
Lepas dari jawaban mereka, saya berpikir, duri adalah bentuk dari kepongahan. Duri adalah sebuah bentuk kesombongan mawar atau bougenvil akan kecantikannya sehingga ia tak akan begitu saja menerima siapa yang datang padanya. Yang ingin saya katakan adalah  mawar -yang berduri itu- begitu pongahnya sehingga ia akan berkata “biarkan macan mengaum disampingku, aku tak akan gentar. Aku punya duri yang bisa membuatnya bertekuk lutut dan kesakitan.”, tentu saja ini hanya anggapan saya.
Menyadari perbedaan ini, saya merasa begitu naïf dengan pikiran-pikiran saya. Betapa kami memaknai segala sesuatu, pada awalnya, teoritis. Dan ketika kami dihadapkan pada esensi yang berbeda, saya menemukan perbedaan sudut pandang yang kami gunakan.
Dari situ saya mengambil kesimpulan, hal yang terjadi atau yang ada pada suatu keadaan dapat diartikan berbeda oleh setiap individu. Bisa saja saya menganggap apa yang saya lakukan adalah benar, tapi menurut orang lain belum tentu, karena saya tidak bisa merasakan menjadi orang lain pada saat suatu keadaan itu terjadi. Atau mungkin saya mengatakan bahwa suatu hal begitu menyakiti hati saya namun ternyata hal itu adalah yang terbaik yang dia pikirkan.
Sesuatu yang nampak baik belum tentu baik dalam arti sesungguhnya dan sesuatu yang terasa menyakitkan bisa saja adalah yang paling membahagiakan.

Tidur Cantik a la Rasulullah


Disusun Oleh: Ummu Hajar
Muroja’ah: Ust. Abu Salman
Tidur bagi muslimah merupakan saat yang sangat penting. Karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang muslimah di antara jemari Allah. Seorang muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam. Bagaimana adab-adabnya?
Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]
Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain:
a) Membaca ayat kursi.
b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)
Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:
باسمك ربيوضعت جنبي وبك أرفعه إن أ مسكت نفسي فا ر حمها و إ ن أ ر سلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصا لحين
“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”
“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)
Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:
لا إ له إ لاالله الواحدالقهاررب السماوات واﻷرض ومابينهماالعز يزالغفار
“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru.”
“Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)
Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:
أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه و شرعباده ومن همزات الشيا طين وأن يحضرون
“A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)
Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan.” (HR. Ibnu Majah No. 3497)
Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)
Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:
الحمد لله الذي أحيانابعدماأماتناوإليه النشور
“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.”
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)
Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.
Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.
Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.
Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.
“Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)]
Bersiwak.
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)
Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)
Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)
Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)
Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).
Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim)

Maraji’:
Adab Harian Muslim Teladan***
Artikel www.muslimah.or.id